Memiliki produk asuransi sudah menjadi bagian dari kebutuhan finansial saat ini. Oleh karena itu, anggaran untuk membeli asuransi perlu diperhitungkan agar dapat mengantisipasi risiko di kemudian hari. Pilihan berbagai jenis asuransi pun semakin beragam. Asuransi yang hendak dipilih tentu akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing. Sebelum memilih produk asuransi yang hendak dibeli, ada baiknya Anda mempelajari beberapa istilah dasar Asuransi berikut ini.

  1. Polis Asuransi

Polis Asuransi merupakan kontrak tertulis antara Nasabah dengan Perusahaan Asuransi. Dalam kontrak polis, tercantum hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh keduabelah pihak. Penting bagi Anda untuk memahami isi dari polis asuransi, termasuk pengertian dasar, risiko yang ditanggung, peraturan, ketentuan, pengecualian, dan lain-lain. Polis Asuransi akan Anda pergunakan saat akan mengajukan klaim asuransi.

  1. Risiko

Risiko merupakan kemungkinan buruk yang dapat menimpa Anda, keluarga, atau bahkan asset yang Anda miliki. Asuransi dapat melindungi Anda dari risiko finansial akibat dari ketidakpastian atau peristiwa yang merugikan Anda. Risiko juga akan menentukan besarnya premi yang akan Anda bayarkan untuk mendapatkan pertanggungan Asuransi.

  1. Premi

Premi adalah salah satu kewajiban Nasabah, berupa nominal pembayaran yang harus dibayarkan oleh Nasabah kepada Perusahaan Asuransi. Dengan membayarkan premi, maka Anda akan mendapatkan sejumlah manfaat yang tercantum dalam polis asuransi. Sehingga, Anda dapat mengajukan klaim ketika Anda mengalami kerugian.

  1. Klaim

Ketika mengalami kerugian, Anda dapat mengajukan klaim asuransi. Klaim adalah permohonan Nasabah terhadap Perusahaan Asuransi untuk mendapatkan hak, berupa ganti rugi, sesuai dengan yang tercantum dalam polis Asuransi. Dalam mengajukan klaim, Anda dapat langsung menghubungi kantor cabang Asuransi, call-center, atau dibantu oleh Agen Asuransi.

  1. Agen Asuransi

Agen Asuransi adalah seorang atau badan hukum yang bertindak untuk menawarkan dan memasarkan produk asuransi untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi. Selain informasi produk, Agen Asuransi juga dapat membantu Anda ketika mengalami kendala saat memiliki produk asuransi. Misalnya, saat status polis asuransi Anda menjadi lapse.

  1. Masa Tenggang

Masa tenggang adalah waktu setelah berakhirnya masa jatuh tempo pembayaran premi. Pada masa tenggang, polis masih aktif dan Anda masih mendapatkan manfaat perlindungan asuransi. Akan tetapi, jika Anda tidak membayar hingga lewat masa tenggang, maka polis akan lapse dan polis menjadi tidak aktif.

  1. Lapse

Lapse adalah kondisi di mana Anda kehilangan manfaat atas perlindungan yang tercantum dalam polis asuransi. Lapse dapat disebabkan oleh kelalaian Nasabah dalam melaksanakan kewajiban membayar premi. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami hak dan kewajiban yang tercantum dalam polis, agar Anda mendapatkan manfaat maksimal dari produk asuransi yang Anda miliki.

  1. Risiko Sendiri

Risiko Sendiri, juga seringkali disebut dengan deductible, merupakan sejumlah biaya yang harus ditanggung oleh Nasabah ketika mengajukan klaim. Besarnya nilai Risiko Sendiri berbeda-beda, tergantung dengan besarnya polis yang dibayarkan. Risiko Sendiri hanya berlaku pada kerugian yang bersifat fisik. Risiko Sendiri tidak berlaku bagi kerugian yang disebabkan oleh adanya tuntutan hukum terhadap pihak ketiga.

  1. Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga

Dalam Asuransi Kendaraan Bermotor, terdapat opsi perluasan perlindungan Tanggung Jawab Hukum terhadap Pihak Ketiga (TJH III).  TJH III merupakan pertanggungan akibat kerugian yang disebabkan oleh Nasabah terhadap kendaraan, property, atau jiwa, pihak ketiga. Segala ketentuan mengenai tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga tertera di dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), termasuk jenis pertanggungan dan pengecualiannya.

  1. Underwriting

Underwriting merupakan proses indentifikasi dan seleksi resiko yang dilakukan oleh Perusahaan Asuransi terhadap Calon Nasabah. Proses underwriting akan menentukan pengelompokkan tingkat resiko, pemutusan syarat dan ketentuan yang berlaku, serta jumlah premi yang harus dibayar oleh Nasabah. Salah satu tujuan dari proses underwriting adalah agar Nasabah mendapatkan beban premi yang sesuai dengan risikonya.

Bagaimana, sudah lebih familiar dengan istilah-istilah dalam dunia Asuransi? Dengan memahami istilah-istilah dasar tersebut, Anda akan lebih mudah memahami hak dan kewajiban, risiko yang dilindungi, serta manfaat yang dapat Anda peroleh dengan memiliki produk asuransi. Jika ada istilah lain yang belum Anda mengerti, atau Anda memiliki pertanyaan lain seputar Asuransi, dengan senang hati kami akan menjelaskannya kepada Anda. SIlakan hubungi kami di nomor (021) 280 90111 atau melalui WhatsApp Business Asuransi ABDA di nomor 0817 001 0022. Tunggu apa lagi? Mari berasuransi!

Related Posts

Donasi Idul Adha 2021

Donasi Idul Adha 2021

Jumat (23/7) Asuransi ABDA melaksanakan penyembelihan Sapi kurban, sesuai dengan himbauan Pemerintah untuk tidak menyembelih hewan kurban pada 10 Dzulhijjah, untuk menghindari...

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021

Tahun 2020 berhasil dilalui ABDA dengan kinerja yang baik. Pada Laporan Tahunan 2020 Direksi berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp 138,19 milyar atau naik 57,89%...

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2020

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2020

Tahun 2019 berhasil dilalui dengan kinerja yang cukup baik. Direksi melaporkan bahwa Perseroan berhasil membukukan premi bruto sebesar Rp . 772,20 Miliar dan Laba bersih...