Selama masa pandemi masih berlangsung, Anda tentu lebih banyak melakukan aktivitas di rumah. Tapi, apakah Anda menyadari adanya risiko kebakaran dalam beberapa aktivitas yang biasa Anda lakukan di rumah? Misalnya, saat Anda memasak, atau memasang alat elektronik yang dapat menimbulkan panas seperti hairdryer atau setrika. Berdasarkan data statistik yang dirilis oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, listrik dan kompor merupakan dua penyebab kebakaran yang paling umum. Di mana, kedua hal tersebut merupakan yang tentunya terdapat di setiap rumah. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran di rumah. 

  1. Jauhkan alat pemantik api dan barang yang mudah terbakar dari anak-anak.
    Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, yang terkadang menyebabkan mereka mengabaikan bahaya yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, Anda harus menyimpan alat pemantik dan barang-barang mudah terbakar seperti korek api, torch gas, lilin, dan peralatan elektronik di tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak.

     

  2. Jangan tinggalkan api tanpa pengawasan.
    Saat memasak, menggunakan lilin, atau memasang aroma therapy, pastikan Anda berada pada jarak di mana Anda dapat mengawasinya setiap saat. Hal ini bertujuan agar Anda dapat mengetahui dengan segera saat terjadi masalah atau jika api yang digunakan tidak sesuai dengan seharusnya. Dengan demikian, Anda dapat menangani masalah dengan cepat dan memastikan keamanan keluarga dan rumah.

     

  3. Bijak dalam menggunakan alat elektronik.
    Jangan membiasakan diri menggunakan listrik paralel karena mudah memicu hubungan arus pendek. Begitu pula dengan menyalakan peralatan elektronik dalam waktu yang sangat lama. Listrik berlebih yang mengalir melalui alat elektronik dapat menimbulkan panas yang berpotensi mengalami konsleting dan memicu kebakaran. Segera cabut colokan dari stop kontak setelah Anda selesai menggunakan alat-alat eletronik, terutama yang berdaya besar.  Pastikan juga stop kontak dan kabel tersebut berada di tempat yang sulit dijangkau oleh anak-anak.

  4. Jauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api.
    Hindari memasang lilin di dekat tirai, atau menyimpan tumpukan koran di dekat kompor atau stop kontak. Dengan menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari titik api, maka api tidak mudah menyambar dan semakin besar jika terjadi kebakaran. Oleh karena itu, pastikan tidak ada benda mudah terbakar di dekat titik api, misalnya saat Anda memasak atau menyalakan lilin.

     

  5. Periksa kelayakan kabel kelistrikan rumah secara berkala.
    Periksa secara berkala stop kontak, kabel, dan colokan listrik, serta perhatikan jika ada bagian yang tidak berfungsi. Pastikan tidak ada kabel yang robek atau rusak karena usang atau digigit tikus. Karena kabel yang robek bisa menyebabkan konsleting yang seringkali memicu kebakaran. Jangan lupa untuk pastikan keamanan diri Anda saat memeriksa kelistrikan tersebut.

  6. Periksa dan pastikan tidak ada kebocoran pada tabung gas.
    Usahakan agar posisi kompor dan tabung gas terpisah dinding, agar tidak ada kontang langsung antara tabung dan api. Selain itu, dapur juga perlu memiliki ventilasi dengan sirkulasi udara yang baik. Hal ini bertujuan agar saat terjadi kebocoran gas, dapat segera terdeteksi, dan tidak terjadi penumpukan yang rentan menyebabkan ledakan dan memicu kebakaran.

Lengkapi perlindungan kebakaran di rumah 

Selain melakukan berbagai langkah pencegahan, Anda juga bisa melengkapi perlindungan rumah Anda dari risiko kebakaran. Hal ini bertujuan agar rumah semakin aman, dan keluarga pun lebih tenang untuk tinggal dan beraktivitas di rumah. Kebakaran di rumah tidak hanya dapat menimbulkan kerugian pada rumah, tapijuga dapat berdampak pada asset lainnya, misalnya surat berharga atau kendaraan yang ada di rumah. Berikut beberapa hal yang perlu Anda miliki untuk melengkapi perlindungan rumah dari risiko kebakaran.

  1. Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
    Meskipun rumah bukan merupakan bangunan komersil, akan tetapi penting untuk tersedianya sistem pencegahan kebakaran yang memadai. Sediakan APAR di ruangan atau area yang paling berisiko memicu api, misalnya di dapur.

  2. Pasang alat pendeteksi asap (smoke detector)
    Tidak ada asap, jika tidak ada api. Oleh karena itu, asap yang dapat dideteksi secara dini dapat menyelamatkan Anda, keluarga, dan rumah, dari risiko kebakaran. Alat pendeteksi asap juga perlu diperiksa secara berkala agar tetap dapat berfungsi dengan baik untuk mencegah kebakaran.

  3. Siapkan brangkas atau safety box
    Simpan barang dan surat berharga di dalam brangkas atau safety box. Pilih brangkas dengan sistem penguncian yang baik serta berbahan tahan air dan api yang dapat bertahan dalam waktu lama. Ketika risiko kebakaran sudah tidak dapat terhindarkan, kerugian yang terjadi dapat diminimalisir.

  4. Asuransikan rumah Anda
    Rumah merupakan salah satu asset paling bernilai yang membutuhkan perlindungan dari berbagai risiko. Oleh karena itu, Asuransi menjadi salah satu aspek penting dalam melengkapi perlindungan dari berbagai risiko. Saat langkah pencegahan dan perlindungan sudah Anda lakukan, Asuransi Rumah menjadi aspek penting saat risiko kebakaran sudah tidak dapat terhindarkan. Dengan demikian, rumah akan terlindungi dengan lebih optimal. Anda beserta keluarga pun dapat lebih nyaman, aman, dan tenang selama beraktivitas di rumah.

Untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai perlindungan yang diberikan oleh Asuransi Rumah ABDA, Anda dapat menghubungi Call Center 24 Jam di nomor (021) 280 90111 atau WhatsApp Business di nomor 0817-001-0022. Anda juga dapat mengunjungi www.abdainsurance.co.id dan mengisi data diri Anda, untuk selanjutnya dihubungi oleh Tim Pemasaran kami. Lindungi keluarga dan asset berharga Anda bersama Asuransi ABDA. 

Related Posts

SENTRA VAKSINASI AAUI

SENTRA VAKSINASI AAUI

Dalam rangka menyukseskan program prioritas vaksinasi nasional bagi pegawai perusahaan jasa keuangan di DKI Jakarta, bekerjasama dengan AAUI, ABDA memberikan dukungan berupa...

CSR OJK #PRAYFORINDONESIA

CSR OJK #PRAYFORINDONESIA

Memasuki tahun 2021, banyak masyarakat di beberapa daerah di Indonesia dilanda bencana alam, antara lain tanah longsor di Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di...

Donasi Idul Adha 2021

Donasi Idul Adha 2021

Jumat (23/7) Asuransi ABDA melaksanakan penyembelihan Sapi kurban, sesuai dengan himbauan Pemerintah untuk tidak menyembelih hewan kurban pada 10 Dzulhijjah, untuk menghindari...